Pergaulan dalam Islam

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 Ditulis oleh: Leilita Shiva Elfitria (4101420116)

 Dosen Pengampu: Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.

 Dibuat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Agama Islam.

 Universitas Negeri Semarang

 

 PERGAULAN DALAM ISLAM

    Manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial tentunya tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan kehadiran orang lain. Manusia perlu berinteraksi sosial dengan cara bergaul bersama sesama. Istilah pergaulan itu sendiri memiliki arti proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu atau individu dengan kelompok. Dalam islam, pergaulan telah diatur sedemikian rupa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti konflik, dan lain sebagainya. Allah SWT. telah menciptakan manusia dengan berbagai macam perbedaan dan Allah SWT. telah menghendaki bahwasannya manusia untuk mengenal satu sama lain sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Hujurat ayat 13 yang berbunyi:

 

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. al-Hujurat: 13).

 

ETIKA PERGAULAN DALAM ISLAM

1. Pria dan wanita harus dapat menjaga dan mengendalikan pandangan matanya dan memelihara nafsu seksualnya. sebagaimana diperintahkan dalam QS. An-Nur/24:30 yang berbunyi:

"katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka memelihara panndangan mata mereka dan memelihara kemaluannya; cara yang demikian itu lebih suci bagi mereka. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segata perbuatanmu" (QS. An-Nur:30)

2. Larangan berduaan sepasang muda mudi tanpa muhrimnya. larangan tersebut terdapat dalah sebuah hadist berikut:

"Rasulullah S.A.W bersabda: jangan sekali-kali bersepi-sepian seorang pria dan seorang wanita kecuali bersama muhrimnya" (HR: Muttafaqul alaihi).

3. Anjuran untuk menutup aurat.

Aurat merupakan bagian tubuh yang tidak boleh terlihat atau dilihat oleh yang bukan mahramnya. menutup aurat hukumnya wajib bagi laki-laki maupun perempuan. bagi seorang laki-laki, auratnya dari pusar kebawah hingga lutut. sementara bagi perempuan, auratnya seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

4. Larangan tidur campur laki-laki dan perempuan yang bersaudara bila sudah berumur 10 tahun, Larangan ini dapat dikiaskan kepada keluarga se-ibu dan se-ayah, dan semua keluarga yang termasuk muhrimnya.

 

TATA CARA PERGAULAN YANG BAIK


1. Mengucapkan salam

2. Meminta izin

3. Menghormati orang yang lebih tua

4. Menyayangi orang yang lebih muda

5. Bersikap sopan dan santun

6. Tidak saling menghina dan membenci

7. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat

8. Mengajak sesama untuk berbuat kebaikan

 

Terdapat 4 kunci pergaulan dalam islam, yaitu:

1.Ta'aruf

        Ta'aruf merupakan suatu proses saling mengenal antara laki-laki dan perempuan. Manfaat dari proses ta'aruf ini yaitu dapat saling memahami satu sama lain. Ta'aruf tidak diperbolehkan hanya berdua, namun harus didampingi terutama oleh anggota keluarga seperti ayah, ibu, atau wali.

 

2. Tafahum

        Proses tafahum yaitu proses untuk memahami kebiasaan, kesukaan, karakter, ciri khas individudan cara berpikir satu sama lain. Sehingga, rasa "tidak enak" atau "tidak cocok" dapat diperbaiki dengan cara saling menasihati. oleh karena itu, ukhuwah dan kesefahaman (al-tafahum) itu penting.

 

3. Ta'awun

        Seorang muslim yang mengenal sesama saudaranya saat saudaranya tertimpa musibah maka ia akan berusaha untuk membantu. Tolong menolong merupakan tahap selanjutnya setelah proses Tafahum. Setelah kita saling mengenal dan memahami, seorang individu akan membentuk sebuah hubungan yang lebih kuat lagi dengan tolong menolong, saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing individu.

 

4. Takaful

        Tahap ini merupakan proses dari ukhuwah Islamiyyah, yaitu timbulnya rasa senasib, sepenanggungan, suka dan duka dalam setiap langkah kehidupan yang dijalani. Bila tahap Takaful terwujud, maka ikatan ukhuwah islamiyyah akan terbentuk dengan utuh.

 

MUNAKAHAT 


1. Konsep Nikah

Nikah menurut bahasa berasal dari kata nakaha- yankihu- nikaahan yang mempunyai dua arti, yaitu:

a. al-jam'u yang bermakna berkumpul, bersatu

b. al-wath'u yang bermakna bersenggama

Sedangkan nikah menurut istilah adalah akad atau perjanjian yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan untuk memenuhi hajat biologisnya sehingga antara keduanya mempunyai hak dan kewajiban.

Perjanjian suci dalam sebuah pernikahan mengatas namakan Allah SWT. untuk menjadikan keduanya (laki-laki dan perempuan) disatukan sebagai pasangan. sebagaimana dijelaskan dalam firmal Allah SWT. dalam surah An-Nisaa ayat 1 yang berbunyi:

"Hai manusia Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari jenis yang sama, dan dari jenis itu pula Allah menciptakan pasanganmu (isterimu), dan dari keduanya Allah memperkembangkanbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertkwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling membutuhkan dan saling meminta satu sama lain. Dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" (QS. An-Nisaa:1)

Juga dalam hadist Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan Imam Bukhari yaitu:

"NIkah itu sunnahku (jalan hidupku), barang siapa membenci pernikahan, maka ia bukan termasuk golongan/umatku" (HR Bukhari)

2. Hukum Pernikahan

Hukum dasar pernikahan adalah mubah/boleh. Hukum dasar ini juga dapat berubah sesuai dengan keadaan dan situasi orang yang melaksanakannya. Namun, pada umumnya, hukum nikah itu berubah menjadi sunah apabila orang yang melaksanakannya sudah mempunyai bekal yang cukup, dan mereka bertujuan untuk mengikuti dan melestarikan sunnah Nabi Muhammad SAW.

3. Tujuan Pernikahan

Ajaran islam membai tujuan melaksanakan pernikahan itu kepada dua, yakni tujuan pokok/primer dan tujuan antara/sekunder. Adapun tujuan pokok/primer dari pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan yang sholeh/sholeha. Sedangkan tujuan antara/sekunder pernikahan antara lain, yaitu:

a. untuk memenuhi hasrat naluriah yakni kebutuhan biologis

b. menjaga manusia dari kerusakan dan kejahatan

c. membentuk keluarga atau rumah tangga dan menumbuhkan semangat berusaha untuk memperoleh rezeki.

 

 

 

Daftar pustaka

https://dalamislam.com/info-islami/pergaulan-dalam-islam

https://www.slideshare.net/indanamgrangerkitty/etika-pergaulan-muda-mudi-dalam-pergaulan-islam


Comments

Popular posts from this blog

RESENSI BUKU KUN FAYAKUUN 2